
Ada sebuah “dalil” unik yang dikenalkan oleh paman Ben Anderson tentang nasionalisme era dahulu dan era sekarang.Menurutnya, nasionalisme Indonesia di masa penjajahan dilihat sebagai suatu komunitas imaji atau imagined community. kenapa imaji? karena nasionalisme tersebut muncul dan berakar dari sistem budaya suatu kelompok masyarakat yang tidak saling kenal satu sama lain, tapi secara tidak sadar muncul ikatan tertentu.
Rasa kebersamaan mengenai gagasan bangsa tersebut, dikonstruksikan melalui khayalan yang menjadi nasionalisme ala Indonesia dengan nasib dan harapan yang sama yaitu sebagai bangsa yang mandiri dan bebas dari kolonialisme.
Namun, di era sekarang nasionalisme Indonesia semakin luntur dengan adanya 2 hal, yaitu arus globalisasi dan etnisitas. Arus globalisasi dengan atribut modernisme dan keterbukaan, berimpliaksi terbentuknya “global village” dimana terbentuk ikatan global (keseragaman) sehingga batasan negara menjadi kabur. Kedua etnisitas, misalnya adanya gerakan yang ingin melepaskan diri dari NKRI, sparatisme Aceh dan Papua. Hal itu dikarenakan munculnya kepentinagan identitas identitas lokal (etnik) yang berpotensi memunculkan konflik baru.
Jadi nasionalisme Indonesia sekarang berada ditengah arus gobalisasi (penyeragaman) dan semangat etnisitas (keberagaman).
Rino Andreas